Pages

Bagja

Bagja

Tuesday, 9 July 2013

Wawasan - Materi Kompas Dan Peta

Kompas Dan Peta - Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya, cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat di dalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas digenggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan. 
Ketika anda menggunakan Kompas utara hemispher di, katakanlah, austeralia, arah selatan dari magnet mengarah kebawah oleh medan magnet, dan juga lebih berat dibanding arah utara - hasil di jarum yang dapat ditangkap dan ditarik pada dasar Kompas ketika kompas diletakkan secara horizontal. Setiap arah dapat dinyatakan sebagai sebuah sudut dengan acuan arah utara. di dalam kemiliteran atau Kepramukaan, ini dinamakan sebuah "Azimuth", dan sudut-sudutnya dinyatakan oleh angka dengan satuan derajat. Orienteer mempunyai cara yang mudah, hanya mengatur sudut pada Kompas mereka dan menjaga jarum tetap dan tidak berubah, yang mana akan membawa mereka ke arah yang di tuju. Cara mudah mengatur arah pada kompas orienteering adalah : 
 
Cara mengambil sudut:
  • letakkan kompas di atas peta sehingga jarum kompas mengarah ke atas sesuai dengan jalan yang ingin anda tuju
  • putar rumah kompas sehingga jarum kompas paralel dengan arah utara yang terdapat di peta (pastikan titik panah utara dan bukan selatan)
Tipe-Tipe Kompas yang biasa digunakan dalam orientasi ada 2 jenis yaitu:
  • Kompas bidik jenis Prisma
  • Kompas orientasi (Kompas Silva)
Pada dasarnya kedua Kompas tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu : Mengetahui arah Pada posisi mendatar, jarum Kompas akan selalu menunjuk arah utara. Sesuai dengan arah utara Magnet Bumi. Membidik sasaran Dengan Kompas Prisma, apabila kita ingin mengetahui berapa besar sudut kompas dari posisi kita berdiri ke sasaran bidik. Besarnya sudut bidikan akan langsung dapat diketahui. Sedangkan dengan Kompas Silva terdapat sedikit perbedaan dengan Kompas Prisma, yaitu pada kompas ini apabila kita membidik sasaran, besarnya sudutKompas tidak dapat langsung kita baca. Melainkan harus dengan penyesuaian terlebih dahulu yaitu dengan memutar piringan pembagian derajat sehingga tanda panah penyesuai atau tanda “N”(North) dapat segaris dengan jarum utara Kompas. Maka besarnya sudut sudah dapat diketahui.

Peta
Peta yang digunakan untuk orientasi medan adalah Peta Topografi, yaitu peta yang menyajikan gambaran relief permukaan bumi. Relief bumi pada Peta Topografi digambarkan dalam bentuk garis garis yang disebut garis countur. Atau dengan kata lain garis countur adalah garis yang menghubungkan tempat tempat pada ketinggian yang sama. Yang harus dipahami dalam membaca Peta Topografi adalah mengartikan bentuk bentuk garis countur dengan benar, apakah bentukan itu berupa punggungan, lembah,jurang, sungai, sehingga akan dapat diperoleh informasi tentang tinggi rendahnya suatu tempat, bentuk, kedalaman, perkiraan kemiringan, dan sebagainya. Hal hal tersebut mutlak dikuasai sebagai dasar dalam orientasi.

Tak kalah pentingnya adalah memahami skala peta. Ini adalah penting, karena dari skala peta akan diketahui perbandingan antara kondisi di peta dengan kondisi medan yang sebenarnya. Contoh : Skala 1 : 25.000; berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. Selanjutnya antara skala peta, garis countor dengan medan yang sebenarnya dapat diperbandingkan. Maka sedikit banyak akan dapat diinterpretasikan keadaannya, agar kita tidak keliru dalam orientasi medan. Sebab kadang kadang pada daerah yang kita perkirakan tergambar dalam Peta (pada countur), ternyata belum tergambar karena keliru dalam merperbandingkan skala peta dengan kondisi medan. Contoh: dengan skala 1 : 25.000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. Pada saat tertentu kita melewati suatu punggungan kecil  Kita sudah memperkirakan bahwa dengan melewati punggungan itu berarti sudah berubah counturnya. Padahal kondisi punggungan itu masih kurang dari 50 meter. Berarti kita telah salah orientasi. Hal hal inilah yang harus dipahami, agar kesalahan orientasi yang terkecil dapat dihindari. Banyak ciri-ciri Peta Orienteering yang berhubungan dengan peta untuk mendaki gunung dan peta yang digunakan umumnya yang dibuat oleh pemerintah. Bagaimanapun, satu gambaran dari peta orienteering yang spesifik adalah : garis utara peta. garis tersebut digambarkan dengan warna biru (pada beberapa peta berwarna hitam). Garis utara peta adalah garis lurus/sejajar yang membujur dari selatan magnetis ke utara magnetis, dan membentang sepanjang 500 meter pada peta. Mengapa garis utara pada peta orienteering tidak sama dengan utara sebenarnya? sebab sudut antara utara magnetis dan utara sebenarnya (deklinasi) sangatlah besar pada beberapa tempat di dunia, dan alasan orienteer menggunakan kompas untuk menentukan arah nmeraka sendiri (kearah utara magnetis, bukan utara sebenarnya, ini menjadi standar untuk garis patokan pada peta sehingga mudah untuk menggunakan kompas orienteering untuk menentukan sudut kompas. Beberapa aturan umum untuk simbol peta orienteeting dibuat agar sistem mudah dimengerti. 

Simbol Peta Orienteering:
  • Simbol hitam digunakan untuk bentukan batuan (sebagai contoh batu besar, tebing, tanah berbatu) dan ntuk tampilan garis seperti jalan,jalan setapak, gang sama seperti bangunan bangunan buatan manusia (sebagai contoh, reruntuhan dan gedung-gedung)
  • Simbol coklat digunakan untuk bentukan tanah seperti garis kontur, retakan tanah, bukit kecil.
  • Biru digunakan untuk bentukan air: danau, kolam,sungai, jeram,rawa-rawa.
  • Kuning untuk menampilkan vegetasi - khususnya untuk tanah terbuka tanpa hutan. Kepadatan dari warna kuning menunjukkan : warna kuning terang untuk padang rumput, kuning pucat untuk padang rumput dengan rumput yang tinggi.
  • Hijau digunakan untuk menunjukkan vegetasi yang menghambat pergerakan dari seorang orienteer. Daerah yang berwarna paling hijau, disebut "fight", yang hampir tidak mungkin untuk dilalui.
  • Putih di peta orienteering menunjukkan hutan dengan sedikit atau tanpa tanaman dibawah pohon - hutan yang dapat dilaluio oleh orienteer dengan mudah.
  • Ungu (atau merah) digunakan untuk menandai jalur orienteering di peta. Kondisi yang spesifik untuk kegiatan orienteering (seperti tempat untuk outbound dimana tanaman pertanian tumbuh) juga didesain dengan warna merah.

Wawasan - Sejarah Kompas

Sejarah Kompas - Dulu, sebelum GPS (Global Positioning System) digunakan secara meluas di kalangan sipil, alat bantu navigasi yang paling utama digunakan adalah Kompas. Benda yang tampilannya mirip seperti jam ini sangat berjasa untuk menentukan arah. Terutama pada awal sejarah transportasi laut. Kompas sangat populer kegunaannya di kalangan pelaut. Orang lalu mengembangkan pemakaiannya dengan bantuan jam dan sekstan. Dengan memadukan fungsi atau kegunaan dari ketiga peralatan tersebut orang dapat menentukan posisinya berada dengan tepat.

Benda penunjuk arah ini bekerja dengan cara yang sederhana. Pada dasarnya hanya menunjukkan arah utara dan selatan. Bagian utamanya adalah sebatang jarum (istilah untuk menggambarkan lempeng tipis logam magnetis yang kedua ujungnya meruncing) yang diletakkan dan diusahakan dapat bergerak bebas pada poros tengahnya sehingga bisa bergerak menunjuk arah utara dan selatan. Pada perkembangan berikutnya jarum tersebut dilekatkan pada bidang berbentuk bundar dengan simbol-simbol arah mata angin lengkap dengan garis derajatnya. Cara kerja Kompas ini tidak berubah sejak pertama kali digunakan orang.
Menurut beberapa Catatan Sejarah, Kompas pertama kali digunakan di negeri Cina. Ini dibuktikan dengan keberadaan beberapa naskah kuno tentang magnet yang berasal dari abad keempat sebelum masehi. Dan ada yang mengatakan bahwa kompas sudah dibuat pada masaDinasti Qin (221 – 206 sebelum masehi). Pada awalnya, Kompas bukan digunakan sebagai alat navigasi seperti dewasa ini. Orang-orang Cina pada waktu itu memakainya untuk membantu menerapkan salah satu dari tradisi mereka yang terkenal, feng-shui. Pemahaman tentang tata-letak yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Kabarnya Kompas mulai digunakan sebagai alat navigasi pada sekitar abad kedua belas oleh para pelaut Cina. Sejak saat itu pemakaiannya mulai meluas. Hingga bertahun-tahun kemudian orang membuat kompas yang lebih baik dan modern. Misalnya Gyrocompass atau giroskop yang pertama kali dibuat oleh Marinus G van den Bosdan dipatenkan pada tahun 1885 yang kemudian disempurnakan cara kerjanya oleh Arthur Krebspada tahun 1889. 

Pada perkembangan berikutnya Kompas digunakan untuk banyak keperluan, baik di laut maupun di darat. Terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan di alam bebas, kompas adalah alat yang wajib dibawa. Hingga kemudian orang membuat radio kompas yang sampai sekarang pun masih menjadi peralatan navigasi yang diperlukan dalam dunia penerbangan.

Tekpram - Mengenal Dan Menggunakan Kompas

Mengenal Dan Menggunakan Kompas - Kompas adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menetapkan/menunjukkan Arah Mata Angin. Seorang anggota Pramuka/Pecinta Alam yang sukaBerkemah dan Mengembara, harus mengetahui benar tentangKompas. Dengan bersemboyan pada Kompas, ia akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam Peta, maka ia tidak akan tersesat dalam perjalanan/pengembaraan.

Bagian-bagian penting dari Kompas :
  • Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
  • Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
  • Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
  • Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
  • Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
  • Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik.
Penampang Kompas











Cara Mempergunakan Kompas :
  1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
  2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira-kira bersudut 50o dengan kaca dial.
  3. Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :
    a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.
    b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
  4. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar
  5. Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30o. Carilah sebuah benda yang menonjol/tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30o.
  6. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perialanan.
Cara melihat Kompas dan Membidik Sasaran











Rumus Back Azimuth/Back Reading
  1. Apabila sasaran kurang dari 180o = ditambah 180o, 0o + 180o = X + 180o
  2. Apabila sasaran lebih dari 180o = dikurang 180o, 180o - 360o = X – 180o
Contoh :
30o sasaran baliknya adalah, 30o + 180o = 210o
240o sasaran baliknya adalah, 240o - 180o = 60o

Mata Angin
  • U    =     Utara : 0° atau 360°
  • TL  =     Timur Laut : 45°
  • T    =     Timur : 90°
  • TG =     Tenggara : 135°
  • S    =     Selatan : 180°
  • BD =     Barat Daya : 225°
  • B    =     Barat : 270°
  • BL  =     Barat laut : 315°
Cara lain Menentukan Arah Mata Angin
Menentukan arah mata angin (Utara Magnet) dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan tanpa menggunakan Kompas, antara lain :
  1. Makam/kuburan orang Islam.
  2. Tempat ibadah (Masjid/Musholah).
  3. Terbitnya matahari/bulan.
  4. Lumut pada pohon.
  5. Pucuk/ujung daun pada pohon.
  6. Silet.
  7. dll.

Arti Lambang WOSM dan WAGGGS

ARTI LAMBANG WOSM ( The World Organization of the Movement )
  1. Kompas : Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu/ Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
  2. Treefoil / Bunga dengan Tiga Ujung : Melambangkan tiga janji Pandu / Scout Promise
  3. Dua Bintang : melambangkan anggota Pandu/ Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
  4. Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : melambangkan bahwa sesama Pandu/ Pramuka mengadakan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar Pramuka di seluruh dunia.
  5. Warna :  Putih melambangkan jiwa yang berhati suci, sedangkan warna dasar ungu melambngkan bahwa Pandu/ Pramuka memiliki ketrampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.
  
ARTI LAMBANG WAGGGS ( The World Association of Girl Guide and Girl Scout )
  1. Simbol berwarna emas dengan latar belakang biru cemerlang, melambangkam matahari yang menyinari anak di dunia.
  2. Tiga daun melambngkan tiga Janji Pandu/ Pramuka Puteri.
  3. Tangkai berbentuk melingkar melambangkan cinta kemanusiaan.
  4. Jarum kompas, melambangkan selalu mentaati janji dan ketentuan moral.
  5. Motto WAGGGS adalah ‘ Sedia ‘ / ‘ Be Prepare ‘
Catatan : Bahwa sejak tahun 2001, Gerakan Pramuka sudah tidak lagi menjadi anggota WAGGGS, dengan demikian tanda tersebut tidak dipergunakan lagi.  

Gerakan Pramuka - Arti Kiasan Tanda Jabatan

Arti Kiasan Tanda Jabatan Anggota Muda               
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil (Barung, Regu, Sangga dan Satuan Terkecil Pandega, serta Krida) berbentuk janur, yang diambil dari kebiasaan bangsa Indonesia memberi tanda kepada petugas dengan daun kelapa (janur). Jadi janur mempunyai arti kiasan pengemban suatu tugas. 
 
Tanda Pengurus Dewan Ambalan/Racana
 
Tanda Pengurus Dewan Ambalan/Racana berbentuk roda gigi dengan 10 buah giginya, serta bintang bersudut lima, memberi arti kiasan bahwa Pengurus Dewan Ambalan/Racana bertugas menggerakkan para Pramuka Penegak/Pandega, putera dan puteri (tunas kelapa yang berpasangan), untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka dengan pengamalan Dasa Darma dan Pancasila.
 
Tanda Pengurus Dewan Kerja Penegak dan Pandega
Tanda Pengurus Dewan Kerja Penegak dan Pandega berbentuk roda kemudi dengan 10 buah pegangannya, memberi arti kiasan bahwa Pengurus Dewan Kerja Penegak dan Pandega bertugas mengemudikan roda organisasi Pramuka Penegak dan Pandega, putera dan puteri (dua buah tunas kelapa berpasangan) agar dapat mencapai tujuan Gerakan Pramuka dengan pengamalan Dasa Darma dan Pancasila.
 
Tanda Pengurus Dewan Saka
Tanda Pengurus Dewan Saka berbentuk roda gigi dengan 10 buah giginya, serta lambang ciri khas Saka yang bersangkutan, memberi arti kiasan bahwa Pengurus Dewan Saka bertugas menggerakkan para Pramuka agar giat melaksanakan kegiatan Sakanya, sesuai dengan tugas pokok Saka yang bersangkutan, guna mencapai tujuan Gerakan Pramuka, dengan pengamalan Dasadarma dan Pancasila.

 

Arti Kiasan Tanda Jabatan Anggota Dewasa               
Setiap Tanda Jabatan memiliki arti tersendiri, Seperti Tanda jabatan Pembina Pramuka, Pelatih, Andalan dan Mabi, arti kiasannya sebagai berikut :
 
Tanda Pembina Pramuka
 
Tanda Pembina Pramuka ini berbentuk kemudi dengan 8 buah pegangan, yang ditengah terdapat gambar tunas kelapa diatas dasar lingkaran yang terbagi tiga sama luasnya, disertai sinar memancar dari pusat lingkaran menuju ke tepi lencana berbentuk segi 10 beraturan, mengiaskan bahwa Pembina Pramuka bertugas mengendalikan Satuannya beserta seluruh peserta didik di dalamnya (8 arah mata angin), guna melaksanakan Tri Satya (lingkaran terbagi tiga) dan Dasa Darma (segi sepuluh), dalam rangka mencapai tujuan Gerakan pramuka (tunas kelapa).

Tanda Pelatih Pembina Pramuka
Tanda ini terdiri atas jantung berwarna merah putih, dengan bintang bersudut lima, dan garis jari-jari menuju ke 8 arah, dengan dua jari-jari mendatar lebih tebal dari 6 jari-jari lainnya. Jari-jari ini menghubungkan jantung dengan mata rantai bulat dan segi empat. Semuanya mengiaskan bahwa tugas Pelatih Pembina Pramuka adalah seperti jantung (bhs Latin = Cor), mengisap gagasan, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan para Pembina Pramuka pria (lingkaran) dan wanita (segi empat), yang ada disegala penjuru tanah air kita (8 arah mata angin), melalui pembuluh darah balik (jari-jari kecil). Gagasan, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan Pembina Pramuka tersebut akan diolah dengan diberi “bumbu”, rasa kecintaan kepada tanah air (patriotisme, merah dan putih) serta jiwa Pancasila (bintang bersudut lima). Sesudah itu bahan-bahan tersebut akan disebarluaskan kembali kepada para Pembina Pramuka, melalui pembuluh nadi (dua jari-jari tebal) yaitu pendidikan bagi anggota dewasa, di seluruh penjuru tanah air yang membeujur sepanjang garis khatulistiwa (jari-jari tebal mendatar).
 
Pelaksanaan tugas Pelatih dan pemancaran bahan latihan Pramuka yang diwarnai rasa cinta tanah air dan jiwa Pancasila ini (sinar memancar dari pusat lingkaran keluar) dilaksanakan secara terus menerus selama 24 jam sehari (24 mata rantai), 7 hari dalam seminggu (7 mata rantai bertuliskan GERAKAN dan PRAMUKA) dan 12 bulan dalam setahun (12 mata rantai lingkaran dan 12 mata rantai segi empat).

Tanda Andalan
 
Tanda Andalan berbentuk segi 10 beraturan, dengan sinar memancar dari pusat lingkaran keluar, sinar itu memancar dari tunas kelapa yang dilingkari 61 butir padi yang bernas, mengiaskan bahwa Andalan adalah anggota yang diandalkan (diberi kepercayaan anggota lainnya) untuk mengelola organisasi Gerakan Pramuka di wilayahnya  (tunas kelapa) yang didirikan pada tahun 1961 (61 butir padi yang melingkar), dalam rangka menanamkan jiwa Pramuka (tunas kelapa) dan pengamalan Dasa Darma (segi 10 beraturan).

Tanda Majelis Pembimbing
 
Tanda Majelis Pembimbing berbentuk segi 10 beraturan, dengan sinar memancar dari pusat lingkaran keluar, 10 buah sinar besar menopang segi 10 beraturan tersebut. Sinar tersebut memancar dari tunas kelapa yang dilingkari 61 butir padi yang bernas. Semuanya mengiaskan bahwa anggota Majelis Pembimbing adalah anggota Gerakan Pramuka yang mempunyai kewajiban memberi dukungan (10 sinar pendukung) kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya, untuk mengelola Gerakan Pramuka yang didirikan tahun 1961 (61 butir padi yang melingkar) dalam rangka menyebarluaskan jiwa Pramuka (tunas kelapa) dan mengamalkan Dasa Darma (segi 10 beraturan).

Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka
 
Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka berbentuk lingkaran dengan sinar terpancar dari pusatnya, menuju kemata rantai yang melingkar, terdiri atas segi 4 dan lingkaran, bertulisan GERAKAN PRAMUKA dan gambar tunas kelapa, mengkiaskan bahwa Pimpinan Saka dan Pamong Saka bertugas menyebarluaskan hal-hal yang berkaitan dengan Saka yang bersangkutan, ke semua anggota Gerakan Pramukayang membentuk rantai persaudaraan Pramuka puteri (segi empat) dan putera (lingkaran).
Gambar di tengah tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka ini menggambarkan ciri khas Saka yang bersangkutan, yang artinya sesuai dengan arti tanda Saka tersebut.

Organisasi Dalam Pasukan Penggalang

Organisasi Dalam Pasukan Penggalang - Kepramukaan diselenggarakan di Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka (SAKA). Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi peserta didik dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi peserta didik yang terdiri atas:
  1. Perindukan Siaga.
  2. Pasukan Penggalang.
  3. Ambalan Penegak.
  4. Racana Pandega

Pengorganisasian
1.    Pasukan Penggalang
  • Pasukan Penggalang merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 11 s.d. 15 tahun, terdiri paling banyak 40 orang Pramuka Penggalang.
  • Pasukan Penggalang dibagi dalam satuan kecil yang disebut regu, masing-masing terdiri dari 5 -10 orang.
  • Pembentukan regu dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri, sesuai dengan keinginannya untuk berhimpun dengan teman yang disenangi.
  • Setiap regu memakai nama regu yang dipilih sendiri oleh anggota regu.  Regu putera menggunakan nama "Binatang" sedangkan regu Puteri menggunakan nama "Bunga" atau "Tumbuh-tumbuhan".
2.    Pemimpin Pramuka Penggalang
  • Pemimpin regu oleh dan dari regunya.
  • Pemimpin regu menunjuk wakil pemimpin regu dari anggota regunya.
  • Regu dipimpin oleh seorang pemimpin regu secara bergiliran.
  • Para pemimpin regu memilih salah seorang di antara pemimpin regu sebagai pemimpin regu utama yang dipanggil sebagai PRATAMA.
3.    Dewan Pasukan Penggalang
Untuk pendidikan kepemimpin para Pramuka Penggalang, dibentuk Dewan Pasukan Penggalang yang disingkat Dewan Penggalang.
  • Dewan Penggalang terdiri atas :
  1. para pemimpin regu.
  2. para wakil pemimpin regu.
  3. pemimpin regu utama (PRATAMA).
  4. Pembina Pramuka Penggalang.
  5. para Pembantu Pembina Pramuka Penggalang.
  • Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali.
  • Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama. Pratama, sekretaris dan bendahara dijabat secara bergilir di antara anggota Dewan Penggalang.
  • Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang, bertindak sebagai penasehat, pengarah dan pembimbing, serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir.

4.    Dewan Kehormatan
Dewan Kehormatan dibentuk dengan tujuan untuk membina kepemimpin dan rasa tanggung jawab.
  • Dewan Kehormatan bersidang bila terjadi peristiwa yang menyangkut tugas dewan.
  • Dewan Kehormatan terdiri atas:
  1. para pemimpin regu.
  2. para wakil pemimpin regu.
  3. Pembina Penggalang.
  4. para Pembantu Pembina Penggalang.
  • Ketua dan Wakil  Ketua Dewan Kehormatan adalah Pembina dan pembantu Pembina Penggalang, sedang sekretarisnya ialah salah seorang pemimpin regu.
  • Dewan Kehormatan bertugas menentukan:
  1. pelantikan, pemberian TKK, tanda pengahargaan, dll kepada Pramuka Penggalang yang berjasa dan berprestasi.
  2. pelantikan pemimpin dan wakil pemimpin regu serta Pratama.
  3. tindakan berhubungan dengan pelanggaran Kode Kehormatan, sesudah yang bersangkutan di beri kesempatan membela diri.
  4. rehabilitasi Pramuka Penggalang.
    5.    Pembina Pasukan
    • Pasukan Penggalang dibina oleh seorang Pembina Penggalang dibantu oleh paling banyak dua orang Pembantu Pembina Penggalang.
    • pembina dan pembantu Pembina Pramuka Penggalang Putera harus dijabat oleh seorang pria, dan untuk Pramuka Penggalng puteri dijabat seorang wanita.

    Kesimpulan
    Dalam kepramukaan pelantikan merupakan alat pendidikan, yang efektif dan efisien menuju ke suatu kemantapan sikap mental positif, terbentuknya kepribadian yang luhur, berguna bagi dirinya sendiri, berguna bagi nusa dan bangsa serta berguna bagi agama yang dipeluknya.

    Kepustakaan

    1. Bahan KML, Kwarnas, Jakarta, 1983
    2. Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di dalam Gerakan Pramuka, 1979
    3. AD & ART Gerakan Pramuka. Kwarnas. Jakarta. 1999

    Kegiatan Besar Penggalang

    Kegiatan Besar Penggalang - Pramuka Penggalang ditinjau dari tugas perkembangan jiwanya adalah insan remaja yang memiliki tugas perkembangan antara lain:
    • Berfikir kritis
    • Memiliki dorongan kuat untuk ekspansi diri dan bertualang
    • Menyenangi perilaku yang penuh kejutan dan tantangan
    • Mereka hidup berkelompok
    Dengan pertimbangan tersebut di atas untuk Pramuka Penggalang disediakan kegiatan:
    • Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang (LT)
    • Jambore
    • Kemah Bakti.
    • Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru)
    Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang (LT)
    Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang merupakan pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dari suatu satuan Pramuka atau dari berbagai satuan Pramuka dengan acara kegiatan kreatif, rekreatif dan edukatif dalam bentuk perlombaan yang dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

    LT bertujuan untuk membina dan mengembangkan kode kehormatan pramuka yang berupa Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka serta memupuk persaudaraan dan persatuan di kalangan para Pramuka Penggalang.
    Sasaran
    Setelah mengikuti LT para Pramuka Penggalang mampu:
    1. mengetahui batas tingkatan prestasinya yang wajib dicapai sesuai dengan tingkatannya.
    2. meningkatkan kemampuan mental/moral, pisik, intelektual, emosional dan sosial serta semangatnya untuk maju terus pantang putus asa.
    3. memperoleh tambahan pengalaman, keterampilan dan sahabat serta kesan yang baik dan memuaskan.
    4. meningkat disiplin pribadinya, rasa tanggungjawab dan kesetiaannya terhadap regunya, pasukannya, gugusdepannya dan organisasi Gerakan Pramuka pada umumnya.
    5. lebih memahami dan menghayati semangat kepramukaan beserta satya dan darmanya, persaudaraan, gotong royang dan kesetiakawanan.
    Penyelenggaraan LT diatur sebagai berikut :
    1. LT di tingkat pasukan/gugusdepan disebut LT. I diadakan sedikitnya sekali dalam waktu empat bulan oleh Pembina Gugusdepan dalam hal ini Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang.
    2. LT di tingkat Ranting disebut LT. II, diadakan sedikitnya sekali dalam waktu 1 (satu) tahun oleh Kwartir Ranting.
    3. LT di tingkat Cabang disebut LT. III, diadakan sedikitnya sekali dalam waktu 1 (satu) tahun oleh Kwartir Cabang.
    4. LT di tingkat daerah disebut LT. IV, diadakan sedikitnya dua tahun sekali oleh Kwartir Daerah.
    5. LT di tingkat nasional disebut LT. V, diadakan bila dipandang perlu oleh Kwartir Nasional.

    Jambore
    Jambore merupakan pesta/pertemuan para Pramuka Penggalang dengan acara kegiatan yang bersifat rekreatif, riang gembira, penuh rasa persaudaraan, kreatif, menyenangkan dan mengesankan, dilaksanakan dalam bentuk perkemahan.

    Penyelenggaraan Jambore Pramuka Penggalang, dapat dibedakan menjadi :
    1. Jambore Ranting, diselenggarakan oleh Kwartir Ranting.
    2. Jambore Cabang, diselenggarakan oleh Kwartir Cabang.
    3. Jambore Daerah, diselenggarakan oleh Kwartir Daerah.
    4. Jambore Nasional, diselenggarakan oleh Kwartir Nasional.

    Perkemahan Bakti Penggalang
    Perkemahan Bakti Penggalang (PB) merupakan perkemahan Pramuka Penggalang dengan kegiatan utama mengadakan bakti kepada masyarakat, disesuaikan dengan kemampuan Pramuka Penggalang dan kepentingan serta kebutuhan masyarakat setempat.

    Beberapa contoh kegiatan Perkemahan Bakti
    • membantu mengatur shaf dan mengumpulkan dana amal, saat  sholat Idul Fitri dan Idul Adha.
    • membantu mengajar anak-anak butu huruf dan angka.
    • membersihkan sampah, memperbaiki saluran air dan sanitasi.
    • membuat apotik hidup, menamkan tanaman obat keluarga (toga), menanam  buah-buahan, dll.
    • membuat pertunjukan seni budaya.
    • penghijauan.

    Perkemahan Bakti Penggalang, dapat diikuti
    1. satu pasukan Pramuka Penggalang dengan penyelenggara Gugusdepan/Pasukan.
    2. beberapa Pasukan Pramuka Penggalang yang berdekatan, dengan penyelenggara gabungan.
    3. beberapa pasukan Pramuka Penggalang sewilayah Kwartir Ranting, dengan penyelenggara Kwartir Ranting.
    4. beberapa Pasukan Pramuka Penggalang sewilayah Kwartir Cabang , dengan penyelenggara Kwartir Cabang.

    Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru)
    • Menjadi wadah dalam rangka meningkatkan mutu pemimpin regu di dalam mengelola/memanaj regunya secara professional
    • Pelaksanaan Dianpinru dapat dilakukan secara berjenjang yang dimulai dari tingkat gugus depan, tingkat ranting, tingkat cabang , tingkat daerah serta tingkat nasional
    • Intensitas pelaksanaan Dianpinru harus lebih banyak dilakukan di tingkat Gugus Depan, hal ini dimaksudkan agar dapat menggali jiwa kepemimpinan setiap anggota regu secara   maksimal
    • Pelaksanaan Dianpinru pada setiap jenjang kwartir dimaksudkan sebagai sarana untuk saling tukar menukar informasi dan  pengalaman sekaligus penambahan wawasan pengetahuan mengenai hal ikwal tentang kepemimpinan sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam mengelola dan memanaj regunya secara proporsional dan professional
    • Materi Dianpinru harus diorientasikan pada ketrampilan manajerial dalam mengelola regu
    • Metode Dianpinru harus berbasis pemberdayaan peserta Dianpinru sedangkan posisi instruktur hanyalah sebagai fasilitator dan motivator
    • Rentang waktu pelaksanaan Dianpinru dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu Dianpinru pada tingkat Gugus depan dilaksanakan  maksimal 2 hari 1 malam, sedangkan pada jenjang tingkat kwartir dapat dilaksanakan maksimal 3 hari 2 malam.
    • Bentuk kegiatan Dianpinru harus dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang dan mengandung pendidikan. Karena itu, prosentase kegiatan Dianpinru 60 berbentuk praktek dan 40 berbentuk pemberian informasi-informasi actual/terkini mengenai kepemimpinan regu.

    Kesimpulan
    1. Kiranya menjadi hal yang sangat baik bilamana sebagai Pembina Pramuka kita dapat memberi pengalaman kepada setiap Pramuka Penggalang mengikuti Jambore, LT, Dianpinru dan Kemah Bakti karena pengalaman mengikuti kegiatan tersebut merupakan pengalaman yang berharga bagi para Pramuka Penggalang.
    2. Sebagai Pembina Pasukan Penggalang, kita dapat menyelenggarakan LT.I setiap 4 (empat) bulan sekali di Gugusdepan kita; dengan "ber-LT.I" Penggalang akan berusaha terus menerus untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilannya.
    3. Pelaksanaan Jambore seyogyanya dapat diprogram Kwartir pada Hari Pramuka, Hari Pendidikan, Hari Pemuda dan Peringatan Hari-hari Nasional serta Hari Besar Agama.
    4. Perkemahan Bakti Penggalang dapat deprogram oleh Gudep maupun Kwartir.